Sabtu, 10 November 2012

Pecundang, hidup sendirian, mati sendirian

Mau cerita sedikit tentang buku yang dalam setahun setengah ini saya baca sampe khatam berkali-kali *uhuk! Ini buku karya Maxim Gorky, si Bapak Realisme dari Rusia, judul aslinya Zizhn Nenuznogo Cheloveka (ditulis pake huruf cyrillic, kalo dibaca kira-kira bunyinya seperti itulah ;p) yang terjemahan bahasa Inggrisnya "Life of a useless Man" dan terjemahan Indonesianya oleh Asnawi "Pecundang".

Di buku ini, Maxim Gorky menuliskan tentang kehidupan seorang laki-laki dari dia kecil sampai dia mati, seseorang yang lahir dan dibesarkan di desa yang miskin, sedari kecil karena penampilan fisiknya, ia tidak disukai oleh anak-anak yang sebaya dengannya, terbiasa hidup dikucilkan, ia menjadi seorang anak dengan kepribadian yang suka menyendiri dan tidak berani mengeluarkan pendapat.

Setelah dewasa, ia tinggal di kota dan terlibat dengan kegiatan mata-mata yang dibentuk oleh dewan keamanan Tsar. Ia memata-matai orang-orang yang dicurigai melakukan pertemuan-pertemuan yang kegiatannya menentang Tsar, mulai dari penulis hingga pekerja pabrik. Si tokoh utama merasa terjebak dalam kehidupannya ketika ia mulai menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh para mata-mata Tsar, termasuk dirinya, adalah salah. Ia merasa kesepian dan seluruh hidup yang dijalaninya sia-sia, dan akhirnya memilih bunuh diri.

Inti dari novel ini menurut (se-sok tahu-an :p) saya adalah, kita tidak bisa hidup dengan selalu mengikuti kemauan orang lain, hiduplah dengan memiliki ideologi yang tujuannya pasti, jangan mudah terpengaruh, dan selalulah berpihak pada rakyat, ya gitu jehh...;p

Untuk pembaca novel populer, lalu membaca novel ini, saya jamin pasti bosan! hehe, tapi kalau lagi mencari referensi tentang sejarah Rusia, dan cerita-cerita dengan gaya penulisan realisme, buku ini sangat saya rekomendasiin, selamat membaca :))


gambar buku dari sini


4 komentar:

  1. Eh, aku suka Maxim Gorky. Hehehe.. toss dulu ah ;)
    Tapi aku emang lebih menikmati baca novel populer sih.. zuzur. Enelan.

    BalasHapus
  2. hmmmm penasaran pengen baca,,,kesampingin malah bukunya tp makna bukunya aja yg pengen saya obrolin

    emang bner hidup harus punya prospek dan tujuan tanpa ergantung/terpengaruh oleh orang lain,,pencarian jati diri adalah hal yg mutlak dalam hidup

    ksian amat yg si pemeran utamanya jd sosok pribadi yg menyendiri terkucilkan hidup sia sia dalam tindakan yg salah fiuhhhhhh beratttt bgt ngabayanginnya,,mudah2an kita bukan jenis manusia yg kaya gtu yah aminnnnnn......
    permisi dulu deh yah mo ngacir dulu ke gramedia sapa tau msh ada hihihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kayaknya buku ini udah susah nyarinya, tapi sila dicari aja dulu sapa tau nemu & selamat membaca :))

      Hapus

LinkWithin