Showing posts with label passport to happiness. Show all posts
Showing posts with label passport to happiness. Show all posts

Sunday, 27 December 2015

Ubud, I'm Grateful

Saya tidak pernah pergi terlalu jauh dari rumah. Rumah, tempat orang-orang yang saya sayangi, keluarga. Terakhir kali berjauhan itu saat saya berkuliah, keluarga di Jakarta, dan saya di Bandung ( itu pun ngga jauh-jauh amat ya.. hehe) dan selalu, saya usahakan paling tidak satu bulan sekali untuk pulang ke Jakarta.
November yang lalu, Saya menerima pekerjaan dan berhijrah ke Ubud. Kota tempat Aulia saat ia bimbang dengan pernikahannya dan bertemu dengan Ketut Liyer yang famous itu. “Kamu yakin mau pindah ke Ubud? Jauh, loh, ngga kayak Bandung-Jakarta.” “Kamu, kan, ngga bisa bawa motor. Di Bali susah kalau ngga bisa bawa kendaraan.” Beragam pertanyaan dan keraguan membuntuti saya kala itu. Iya, bagaimana nanti saya di sana? Bagaimana nanti kalau Ubud tidak se”menenang”kan seperti yang orang-orang bilang. Bagaimana nanti kalau saya tidak betah, sementara pekerjaan yang lama sudah saya tinggalkan.

LinkWithin