Minggu, 08 September 2013

semoga kau baik-baik saja

pict source: here

J,
Kita yang telah bercakap-cakap pagi, siang, malam, sore, akhirnya kehabisan kata-kata. Aku tak tahu harus mengatakan apa, dan kau pun tak berniat memulainya. Hari itu, ketika aku memberimu tahu kebenarannya, aku tidak menyangka kau akhirnya akan mengambil sikap ini.
Selama ini, kau-aku seperti tak akan melangkah ke mana pun. Hanya seperti dua pejalan asing yang tak sengaja bertemu dan saling menyapa, bersikap seakan pertemuan ini hanya sesaat dan kemudian akan saling melupa. Padahal, dari awal kau memberi harap dan aku menanamnya, lalu ia tumbuh, menyemak. Dan, aku tak bisa berpura-pura tak tahu.
Selalu, tiap kali kutanyakan akan kita apakan harapan yang menyemak itu, kau hanya berkata, tunggulah dulu, beri lagi sedikit waktu, sedikit lagi, dan lagi. Kita bicara, pagi, siang, malam, sore. Membicarakan duniamu, membicarakan duniaku, tapi tak pernah dunia kita berdua. Pernah suatu kali aku bertanya, apa yang kau takutkan? Kau bilang, tak ada. Waktuku berjalan, kataku, dan kau berpura-pura tak tahu.
Hari ini, beberapa waktu setelah kukatakan kebenarannya, kita tak lagi bercakap-cakap. Aku bahkan tak tahu kabarmu. Apakah kau masih mengingatku? Kadang, aku masih mengingatmu. Jam-jam saat kau terbangun, dan jam-jam saat kau akan tidur, begitu hafalnya aku. Begitu akrabnya kita.
Mungkin, bagimu aku hanya seseorang yang kau sapa ketika terbangun, dan seseorang yang mengingatkanmu untuk beristirahat yang cukup setelah kau lelah bekerja. Setelah kukatakan kebenarannya, kau malah bilang akulah yang tak pandai menjaga harap yang kita punya. Tapi bukankah telah lama harapan itu kutanam hingga menyemak begitu suburnya, dan kaulah yang membiarkannya kering, meranggas dan mati. Jadi, aku pergi. Tak ingin lagi mencoba berharap, tak ingin lagi mencoba menunggu, tidak, tidak bersamamu. 
Apa kabarmu? Seharusnya kau baik-baik saja, karena aku baik-baik saja. Berhentilah memusuhi, berhentilah membenci. Semoga, kau baik-baik saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin