cerita tentang tempat dan orang-orang yang saya temui di perjalanan. sini, mungkin kamu salah satunya :)
Wednesday, 28 September 2011
Maafkan
Ini tentang seseorang yang akan merayakan hari besarnya sebentar lagi. Bagaimana rasanya? maksudku, apakah benar-benar akan menjadi hari besarmu? Hari mengikat janji, bersetia, dan membuka hati untuk satu nama saja, nama yang kau inginkan sampai hari terakhir untuk tetap di sisimu. Semoga benar, semoga akan menjadi hari pertama dan terakhir untuk janji bersetia.
Bolehkah nanti aku masih mengingatmu? Mengingat kita, mengingat kau-aku.Atau mungkin lebih baik aku memilah-milah ingatan yang akan disimpan tentang kau-aku. Apakah kau ingin memilah juga? Atau membuang seluruhnya? Aku ingin berbagi sedikit denganmu, tentang kenangan yang aku ingin suatu hari nanti bisa mengingatnya kembali dengan cara berbeda, tidak seperti hari ini, ingatan berwarna tipu dan sakit hati. Mungkin nanti, ingatan itu bisa berwarna pembelajaran.
Kamu, lima tahun lalu di kota yang jauh itu kita bertemu, membuat cerita, dan mengirimkan harapan-harapan pada langit, tapi ingatkah juga, berapa usiaku saat itu? dan usiamu? oh, ya, tanggal lahir kita sama :) tapi terpaut jauh dalam usia, aku masih remaja saat itu, baru lulus SMU :) diusia itu, bahkan, aku dapat melihat mu, melihat kau yang sebenarnya, iya kan? Kau yang selalu berusaha memberi warna tipu, tapi selalu kulihat warna kebenaran itu. Di kepalaku saat itu yang terpikir adalah, masih banyak pilihan di luar sana, mimpi-mimpi yang harus dikejar, dan bukan saatnya bersegera melakukan penerimaan, untukmu, dengan segala warna tipumu.
Aku pergi, ke kota ini, kota yang lagi-lagi mempertemukan kita, aku dengan cerita-cerita baru, dan kau dengan kisahmu. Saat kita bertemu, harusnya kita saling bertanya, sakit hatikah? siapa yang berhak? kaukah? atau aku? kita bertemu, kurang dari 30 hari bersetiamu, kan? Kau mengulang-ulang janji lama, kenangan lama, tentang harapan-harapan dulu, dan aku masih saja, melihat warna tipu, di matamu. Di usia saat ini, tentu saja, aku bukan lagi remaja, bukan perempuan kecil yang bermimpi bahagia karena kata-kata, dan saat itu, aku tahu, kau, masih penuh tipu.
Aku tak pernah dan tak akan sakit hati, karena aku cukup mengenalmu, hari-hari kita dulu, lebih dari cukup untuk kita saling mengenal bukan? Kau, sakit hatikah? Bila ya, maafkan, maafkan, maafkan, karena aku memaafkanmu, memaafkan kata dalam pesan yang kau kirim di waktu kurang dari 30 hari bersetiamu, memaafkan kata cinta yang kau sia-siakan, yang seharusnya kau beri untuk nama yang kau pilih untuk bersetia itu.
Bersetialah, jadikan satu-satunya dalam hidupmu, dan jangan terpikir atau bahkan mencoba lagi berbagi. Jangan lagi. Aku memaafkanmu, memaafkan diriku, dan ingin memulai hari tanpa prasangka dalam hati.
untukmu, 4 Februari
gambar dari: sini
Labels:
yang bersimpangan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

walaupun saya tak mengerti tulisan ini dituju oleh siapa stidaknya saya tau apa pesan yang ingin disampaikan lewat tulisan ini .. saya akan memnanti tulisan lainya ... keep spirit! by ICENG
ReplyDeleteditujukan untuk -dia yg tidak boleh disebut-sebut- hehehe :p
ReplyDeleteini kah yang disebut Cinta kasih di waktu SMA ? maybe .. :P
ReplyDeleteudah lulus baay, baru, baru lulus,ahahaha :D
ReplyDelete